Sabtu, 17 Maret 2018
MULAI 2018, PETANI DI JAWA BELI PUPUK SUBSIDI PAKAI KARTU
ICNews. Distribusi pupuk subsidi di seluruh Pulau Jawa menggunakan skema
tertutup, yakni lewat penggunaan Kartu Tani. Nantinya, setiap petani akan
mendapatkan jatah subsidi pupuk sesuai dengan luas lahan yang digarapnya.
Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian
(Kementan), Muhrizal Sarwani, mengungkapkan akhir September ditargetkan 5,6
juta petani di Jawa yang berhak mendapat subsidi sudah menerima Kartu Tani.
"Kalau tahap awal September sudah harus selesai untuk
Jawa. Tapi di-update terus, akhir September sudah bisa diselesaikan seluruhnya.
Jadi pegawai bank di lapangan sama kita kerja bersama," ungkap Muhrizal
dalam diskusi 'Kinerja Kedaulatan Pangan' di Hotel Santika,
Jika merujuk data yang ada saat ini, kata dia, sudah ada 3,5
juta petani yang menerima kartu tani yang meliputi daerah Jawa Tengah, Jawa
Barat, Banteng, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Menurutnya, pupuk subsidi per 1 Januari 2018 hanya bisa
dibeli pakai Kartu Tani dan digesek pada mesin EDC (Electronic Data Capture)
yang tersedia pada distributor pupuk.
|
"Itu sudah 3,5 juta petani sudah verifikasi. Terima
kartu sudah semua itu, kalau pemakaian digesek kan perlu infrastruktur, kalau
internet macet enggak ada di desa, EDC lagi dibenahi, ini kartu yang cetak,
jumlah petani yang sudah ada di kita 5,6 juta. EDC di kios-kios tergetnya ada
17.000 kios, 11.000 sudah terpasang, tinggal 5.000 lagi," ungkap
Muhriza.
Sementara untuk petani yang ada di luar Pulau Jawa,
pendataan baru bisa dilakukan pada tahun depan dengan pelaksanaan menyusul
setahun berikutnya.
"Luar Jawa baru tahun depan masuk, 2019 sudah selesai, tahun 2020 sudah seluruh Indonesia," tutur Muhrizal. Lanjut dia, setiap petani nantinya hanya akan mendapatkan pupuk subsidi sesuai dengan dosis kebutuhannya, yakni berdasarkan lahan garapannya yang diverifikasi oleh petugas di lapangan seperti petugas penyuluh. "Kuota pupuk misalnya urea untuk petani di Jawa itu rata-rata dapat 200 kg untuik setiap 1 hektar. Jadi kalau dia punya lahan 0,2 hektar artinya dia dapat kuota pupuk subsidi 40 kg setahun. Setiap daerah bisa berbeda-beda," terang Muhrizal. "Kendalanya kita ketemu seperti di Karawang petani penggarap lebih banyak daripada pemilik lahan, yang garap lahan itu petani bisa di sini di beberapa tempat, kita tetap fasilitasi kartunya 1, masih berhak sejauh dia garap lahan di bawah 2 hektar, tapi dia penggarap saja," pungkasnya. (idr/hns)
Sumber : Muhammad Idris – detikFinance
|
SUBSIDI PUPUK 2018 BAKAL DICABUT, PT PUPUK INDONESIA IKUTI PEMERINTAH
![]() |
| Ilustrasi Gambar |
ICNews. Rencana
pencabutan subsidi pupuk pada tahun anggaran 2018 mendatang menjadi hal yang
kontradiktif. Pasalnya pemerintah mentargetkan pada 2019 bakal mewujudkan
ketahanan pangan. Namun disisi lain hal-hal yang mendorong percepatan ketahanan
pangan justru ditiadakan.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama
Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat, menyatakan pemerintah tetap akan
berupaya agar program ketahanan pangan tetap terwujud. Perihal pencabutan
subsidi bukan lantas ketahanan pangan akan gagal.
Pupuk hanya satu instrumen saja agar
produksi pangan meningkat. Sementara masih banyak instrumen lain yang bisa
disupport pemerintah untuk mewujudkannya.
Aas mengatakan wacana pencabutan
subsidi tahun 2018 yang kala itu diusulkan sekitar Rp28,5 triliun tersebut adalah
keinginan pemerintah. Dipastikan walaupun subsidi dicabut, pihaknya akan tetap
memproduksi pupuk sesuai target perseroan. Sehingga tidak ada pengaruhnya bagi
produsen pupuk.
"Intinya masalah subsidi itu adalah kebijakan pemerintah, kami akan ikut saja. Kita hanya sebagai produsen pupuk untuk menyiapkan produk untuk kepentingan ketahanan pangan. Apapun yang diputuskan pemerintah kami sebagai ini kami akan ikut," kata Aas saat ditemui di kantor Petrokimia Gresik Jakarta.
Pihaknya akan fokus memproduksi pupuk
baik yang subsidi maupun non subsidi. Pasalnya hingga saat ini kewajiban untuk
memproduksi pupuk subsidi juga masih ada. Pihaknya juga akan fokus untuk
menyalurkan pupuk subsidi yang masih menjadi tanggung jawabnya agar kebutuhan
petani dapat terpenuhi.
Petrokimia Gresik melalui PT Pupuk
Indonesia (Persero) mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menyiapkan dan
menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 5,1 juta ton, dari alokasi nasional yang
mencapai 9,55 juta ton. Dan hingga saat ini, pihaknya telah menyalurkan
sebanyak 2,34 juta ton.
"2016 kita masih (memproduksi dan
menyalurkan) pupuk subsidi, 2017 ini juga masih. Selama ini penyalurannya bagus
aja , realisasinya nggak ada masalah," ungkapnya.
(Marjudin)
(Marjudin)
Sumber : Ipotnews
Langganan:
Komentar (Atom)



