Sabtu, 10 Maret 2018

MENELISIK PEMBANGUNAN SURAM

" Pemilu 2019 Diambang Pintu, Janji Versus Realisasi "


Dibalik keluguan wajah desa yang kian berseri-seri, di dalamnya tersimpan banyak potensi yang bisa diberdayakan, baik itu potensi secara alami ( natural ) maupun fisik, Tak heran jika kemudian desa mulai dibidik oleh banyak kepentingan, baik kepentingan politis maupun ekonomis.

Namun apa yang terjadi pemerintah seakan menutup sebelah mata dengan kondisi yang ada didesa sekarang, terlebih lagi para pemangku jabatan di elit politik indonesia seakan hanya janji yang tak terealisasikan, sejenak tersadar bahwa  elit politik sekarang hanya sebuah tameng di mata masyarakat yang begitu gencarnya memberikan janji-janji manis dengan alih-alih untuk mensejahterahkan rakyat, membangun desa dengan program ini dan itu, bahkan ingin memberdayakan tetapi yang terjadi malah memperdayakan. Realita diatas betul-betul memang terjadi manakala kita menelisik secara obyektif kondisi masyarakat desa saat ini, masyarakat desa hanya membutuhkan serpihan kata pasti manakala si elit politik duduk menjadi wakil rakyat yakni janji kampanye sekarang mana?.

Tak tahu sampai kapan para elit politik seperti ini akan terus berlangsung, hal yang sangat mendasar sekali ketika pemilu sudah diambang pintu para calon legislatif, calon anggota DPR, DPD  serta calon-calon lainnya berbondong-berbondong datang kemasyarakat miskin yang sebelumnya tak pernah sama sekali masuk ke daerah kumuh dengan membawa misi ingin mensejahterakan, mengangkat derajat masyarakat miskin.

Tak hanya sampai disitu mereka sibuk memasang spanduk, baliho yang besar sepanjang jauh mata memandang, Namun apa yang terjadi ketika mereka sudah mendapatkan jabatan yang di inginkan apakah nasib masyarakat miskin dapat terangkat? Tidak, kebanyakan dari mereka sudah melupakan janji-janji yang ia tebarkan terdahulu, justru mereka sibuk dengan kepentingan lain, mereka berusaha mencari dan mengumpulkan kembali modal yang telah ia keluarkan saat kampanye.

Mudah- mudahan masyarakat desa kita mulai pandai dan tidak lagi terpengaruh dengan janji palsu dan tidak lagi menjadi murah suara hanya dengan diberi uang.

By. Indikator Centre