" Pemilu 2019 Diambang Pintu, Janji Versus Realisasi "
Dibalik keluguan wajah desa yang kian berseri-seri, di
dalamnya tersimpan banyak potensi yang bisa diberdayakan, baik itu potensi secara
alami ( natural ) maupun fisik, Tak heran jika kemudian desa mulai dibidik oleh
banyak kepentingan, baik kepentingan politis maupun ekonomis.
Dibalik keluguan wajah desa yang kian berseri-seri, di
dalamnya tersimpan banyak potensi yang bisa diberdayakan, baik itu potensi secara
alami ( natural ) maupun fisik, Tak heran jika kemudian desa mulai dibidik oleh
banyak kepentingan, baik kepentingan politis maupun ekonomis.
Namun apa yang terjadi pemerintah seakan menutup sebelah mata
dengan kondisi yang ada didesa sekarang, terlebih lagi para pemangku jabatan di
elit politik indonesia seakan hanya janji yang tak terealisasikan, sejenak
tersadar bahwa elit politik sekarang
hanya sebuah tameng di mata masyarakat yang begitu gencarnya memberikan
janji-janji manis dengan alih-alih untuk mensejahterahkan rakyat, membangun
desa dengan program ini dan itu, bahkan ingin memberdayakan tetapi yang terjadi
malah memperdayakan. Realita diatas betul-betul memang terjadi manakala kita
menelisik secara obyektif kondisi masyarakat desa saat ini, masyarakat desa
hanya membutuhkan serpihan kata pasti manakala si elit politik duduk menjadi
wakil rakyat yakni janji kampanye sekarang mana?.
Tak tahu sampai kapan para elit politik seperti ini akan
terus berlangsung, hal yang sangat mendasar sekali ketika pemilu sudah diambang
pintu para calon legislatif, calon anggota DPR, DPD serta calon-calon lainnya berbondong-berbondong
datang kemasyarakat miskin yang sebelumnya tak pernah sama sekali masuk ke
daerah kumuh dengan membawa misi ingin mensejahterakan, mengangkat derajat
masyarakat miskin.
Tak hanya sampai disitu mereka sibuk memasang spanduk, baliho
yang besar sepanjang jauh mata memandang, Namun apa yang terjadi ketika mereka sudah
mendapatkan jabatan yang di inginkan apakah nasib masyarakat miskin dapat
terangkat? Tidak, kebanyakan dari mereka sudah melupakan janji-janji yang ia
tebarkan terdahulu, justru mereka sibuk dengan kepentingan lain, mereka
berusaha mencari dan mengumpulkan kembali modal yang telah ia keluarkan saat
kampanye.
Mudah- mudahan masyarakat desa kita mulai pandai dan tidak
lagi terpengaruh dengan janji palsu dan tidak lagi menjadi murah suara hanya
dengan diberi uang.
By. Indikator Centre